Terkurung Dalam Pikiran

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya,

“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dengan tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita.

Waktu Alex Manoogian CEO dan founder Masco sebuah perusahaan peralatan rumah tangga di US mempertimbangkan untuk masuk industri Furniture. Industri ini sedang “sakit”. Potensi pasar 14 Milyar dollar, tapi player nya ngos – ngosan oleh margin yang tipis. Pemain nya banyak tapi yang kompetitif hanya sedikit. Jadi pertanyaan nya haruskah Masco masuk ke industri ini atau tidak?

Menurut Anda masuk atau gak? Are you a strategist?

Dalam diskusi kelas hampir semua menyatakan: Masuk! Gak ada tantangan gak seru. Toh potensi nya ada. Ibarat balap kuda, ini pemain yang lain kuda lambat. Masuk dan jadi kuda cepat.. Pasti menang.

Ini dari buku Business Strategist ya pak? kereeenn.

Eh ralat Richard Manoogian, anaknya Alex

Manoogian pun berpikir yang sama. Dia putuskan masuk. Bahkan dengan cara yang elegan. Dia beli perusahaan furniture yang sudah ada. 4 perusahaan dibeli untuk dapat menguasai segmen bawah hingga atas. Sekitar 1,5 Milyar dollar diinvestasikan untuk pembelian – pembelian ini. Langsung membawa Masco number one market share furniture melalui anak – anak perusahaannya tadi. Manoogian hujan pujian, bahkan mendapat award.

Tapi apakah ini keputusan tepat? Are you a strategist?

Setelah masuk industri furniture. Pertama kali dalam sejarah profit Masco jeblok. Divisi furniture nya menyumbang sales 1,4 milyar dollar tapi marginnya tipis, jauh dibawah margin rata – rata anak perusahaan lain. Kalau dibiarkan, jelas kinerja keuangan Masco group akan rontok, sehingga mereka harus lepas divisi ini.

Akhirnya Masco harus melepas dgn kerugian 650 juta dollar. Tetap harus diambil daripada semakin merosot. Manoogian pun akhirnya mengakui: masuk industri furniture adalah keputusan terburuk yang pernah dia buat.

So. Are you a strategist?

 

Selamat Siang & Selamat Beraktifitas 🙏🙏
Salam Diatas Pelangi

Sumber: Internet.
Artikel ini didukung oleh: Sarangwalet.net.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *